Berita

RSUP Ngoerah Sanksi Mahasiswa Unud Terkait Kasus Perundungan

92
×

RSUP Ngoerah Sanksi Mahasiswa Unud Terkait Kasus Perundungan

Sebarkan artikel ini
mahasiswa-unud-ejek-timothy-tewas-dikeluarkan-dari-program-koas
mahasiswa unud ejek timothy tewas dikeluarkan dari program koas

Denpasar – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga terlibat dalam kasus perundungan yang menewaskan Timothy Anugrah Saputra. Mahasiswa tersebut dikeluarkan dari program koas.

Keputusan ini diambil setelah manajemen RSUP Prof Ngoerah menilai tindakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud itu mencoreng nama baik rumah sakit dan kampus.

“RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” kata Plt Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Wayan Sudana, Minggu (19/10).

Sudana menegaskan, RSUP Prof Ngoerah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai. Ia juga menekankan bahwa tindakan mahasiswa koas tersebut tidak mewakili RSUP Prof Ngoerah.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Prof Ngoerah, Dewa Ketut Kresna, belum mengungkap identitas mahasiswa yang diduga terlibat perundungan. Namun, ia menyebut ada tiga mahasiswa koas yang diduga melakukan perundungan terhadap korban.

Sementara itu, polisi terus mengusut tuntas kasus dugaan bunuh diri Timothy. Keluarga korban telah membuat pengaduan ke Polresta Denpasar.

“Orang tua korban melakukan Dumas ke Polresta untuk memastikan penyebab jatuhnya korban karena di medsos banyak informasi yang beragam,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, Senin (20/10).

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik kematian mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi FISIP Unud tersebut.

Timothy ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10). Sebelum kejadian, korban sempat terlihat panik.

Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi ejekan terhadap kematian Timothy viral di media sosial. Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak.