Jakarta – Rose BLACKPINK diterpa isu tak sedap jelang Grammy Award 2025. Klaim prestasi yang diduga keliru dalam paket promosi nominasi Grammy atau For Your Consideration (FYC) menjadi sorotan.
Paket FYC, yang berisi musik hingga merchandise, lazim dikirimkan artis yang bersaing di Grammy sebagai kampanye kepada anggota voting Academy. Rose menyoroti kolaborasinya dengan Bruno Mars berjudul APT dalam paket tersebut.
Kontroversi muncul akibat klaim yang tertulis dalam iklan. Rose disebut memegang rekor debut streaming terbesar di Billboard 200 untuk artis Korea di AS, sekaligus album solo terlaris oleh artis wanita Korea di AS.
Netizen ramai menuding data tersebut tidak akurat. Sebagian besar berpendapat pencapaian itu seharusnya milik BTS.
Menurut laporan Billboard, debut Rose mencatat 31 ribu SEA (album setara streaming) dengan total sekitar 43 juta streaming resmi. Sementara itu, BTS mencatatkan debut lebih tinggi lewat album BE (30 ribu unit SEA/48 juta streaming), Map of Soul 7 (48 ribu unit SEA/74 juta streaming), dan Proof (36 ribu unit SEA/52 juta streaming).
Perbandingan angka ini memicu dugaan publik bahwa Rose “meminjam” prestasi BTS. Namun, klaim tersebut mungkin valid jika dimaksudkan untuk kategori artis solo Korea.
Kritik terus berdatangan, tagar soal kemungkinan diskualifikasi Rose dari ajang Grammy pun ramai digaungkan warganet.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Grammy maupun Rose belum memberikan klarifikasi resmi terkait kontroversi ini.
Di sisi lain, Rose BLACKPINK baru saja memenangkan Grévin Awards 2025 dan akan mendapatkan patung lilin di Musée Grévin Paris, membuktikan pengaruh globalnya sebagai artis perempuan ikonik.














