Jakarta – M Ilham Pradipta (MIP), kepala cabang bank yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan, ternyata sempat melakukan perlawanan sengit sebelum akhirnya meregang nyawa.
Perlawanan korban terungkap dalam rekonstruksi kasus yang digelar Polda Metro Jaya, Senin (17/11).
Rekonstruksi menghadirkan 17 tersangka, termasuk dua anggota Kopassus TNI AD.
Aksi penculikan bermula di sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.
Saat ditarik paksa ke dalam mobil Avanza putih, Ilham berupaya melawan.
“Korban kembali berontak dengan mendorong-dorong,” kata penyidik saat rekonstruksi.
Erasmus, salah satu pelaku, bahkan melakukan kekerasan dengan memukul paha dan jidat korban.
Korban kemudian dipindahkan ke mobil Fortuner hitam yang dikendarai anggota TNI.
Saat dipindahkan, Ilham sempat berteriak meminta tolong.
“Eras menutup mulut korban, kemudian digigit. Korban teriak minta tolong ‘ini penculikan’,” ujar penyidik.
Jasad Ilham ditemukan di area persawahan di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8) pagi.
Polisi telah menangkap 15 tersangka sipil dan menetapkan dua prajurit TNI AD sebagai tersangka.
Motif penculikan dan pembunuhan ini adalah untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.
Dalam rekonstruksi terungkap, Kopda Feri menyerahkan Rp350 ribu untuk membeli lakban dan perlengkapan lain yang digunakan untuk melumpuhkan korban.







