Bogor – Dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden kembali ditegaskan. Hal ini sebagai komitmen menjaga Reformasi, profesionalisme, dan netralitas.
Penegasan ini dinilai penting agar Polri fokus pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Dewan Eksekutif Nasional (DEN) Rampai Nusantara menyampaikan sikap tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) di Amanuba Hotel, Bogor.
Raker ini juga menjadi momentum konsolidasi sikap terhadap posisi strategis Polri, selain memantapkan program kerja organisasi menuju 2026.
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menegaskan bahwa menempatkan Polri di bawah Presiden merupakan amanat Reformasi.
“Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden sebagaimana amanat Reformasi,” ujar Semar.
“Hal ini penting untuk memastikan Polri tetap profesional, netral, dan fokus pada tugas utama menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” lanjutnya.
Semar menjelaskan, Raker ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mengevaluasi program kerja sebelumnya dan merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
Rampai Nusantara akan semakin menggiatkan kerja-kerja sosial yang selaras dengan program pemerintahan Prabowo–Gibran. Fokusnya pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran organisasi.
Selain itu, Rampai Nusantara juga berkomitmen untuk semakin aktif dalam agenda pelestarian alam dan lingkungan hidup.
Di sisi internal, Rampai Nusantara juga berfokus pada peningkatan kapasitas anggota di seluruh Indonesia.
Rampai Nusantara berharap Raker DEN ini dapat menghasilkan program-program konkret dan berdampak positif. Serta berkontribusi bagi pembangunan sosial, pelestarian alam, penguatan organisasi, dan stabilitas nasional.







