Doha – Qatar mulai membuka kembali sebagian wilayah udaranya secara bertahap. Penutupan sebelumnya dilakukan akibat serangan rudal dan drone Iran.
Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengumumkan pembukaan terbatas pada Jumat (6/3) malam.
Pembukaan ini mencakup rute kontingensi navigasi dan kapasitas operasional terbatas. Koordinasi dilakukan dengan angkatan bersenjata Qatar.
“Pembukaan kembali sebagian hanya mencakup kategori penerbangan terbatas untuk evakuasi penumpang dan layanan kargo udara,” bunyi pernyataan resmi.
Penerbangan komersial reguler masih ditangguhkan. Penumpang diminta memantau informasi dari maskapai.
Bandara Internasional Hamad mengonfirmasi pengoperasian penerbangan terbatas khusus untuk evakuasi dan kargo udara pada Sabtu (7/3).
Qatar Airways akan mengoperasikan penerbangan repatriasi ke London, Paris, Madrid, Roma, dan Frankfurt.
Prioritas diberikan kepada penumpang terlantar bersama keluarga, lansia, serta yang memiliki kebutuhan medis mendesak.
Qatar menutup wilayah udaranya sejak 28 Februari setelah serangan rudal dan drone Iran.
Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan 14 rudal dan empat drone diluncurkan dari Iran.
Akibatnya, lebih dari 2.000 penerbangan di Bandara Internasional Hamad dibatalkan.
Gangguan meluas ke bandara lain di kawasan Teluk, termasuk Dubai, Abu Dhabi, dan Kuwait.
Qatar berupaya memulihkan konektivitas penerbangan dengan pembukaan terbatas ini.
Pemerintah akan terus melakukan evaluasi keamanan sebelum penerbangan komersial dibuka penuh.







