BeritaEcozone

Pupuk Indonesia Kirim 47.250 Ton Urea ke Australia via Brisbane

18
×

Pupuk Indonesia Kirim 47.250 Ton Urea ke Australia via Brisbane

Sebarkan artikel ini

Brisbane – PT Pupuk Indonesia (Persero) merealisasikan pengiriman urea ke Australia melalui skema Government-to-Government sebagai bagian dari penguatan peran Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan dan rantai pasok pupuk kawasan. Pengiriman itu ditandai dengan tibanya kapal Motor Vessel (MV) Medi Luna yang membawa 47.250 ton urea dari Indonesia di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, pada Senin, (22/6/2026).

Kedatangan kapal tersebut menjadi tonggak penting dalam implementasi kerja sama ekspor pupuk Indonesia-Australia untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik. Momentum ini juga menegaskan posisi Pupuk Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok pupuk regional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam diplomasi pangan.

Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono mengatakan keberhasilan pengiriman itu menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi Indonesia terhadap ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik.

Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasok pupuk global, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan posisi strategisnya sebagai pemasok pupuk yang andal di kawasan.

“Kerja sama ini menjadi simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan Indonesia dan Australia. Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun,” kata dia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menilai keberhasilan pengiriman tersebut mencerminkan kinerja positif perusahaan dalam meningkatkan daya saing industri pupuk nasional. Menurutnya, kemampuan Indonesia menjaga kontinuitas produksi dan pasokan pupuk di tengah dinamika global telah memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara yang membutuhkan sumber pasokan yang stabil dan terpercaya.

“Hari ini Indonesia menunjukan bahwa kita adalah reliable supplier yang bisa menjadi sumber pasokan pupuk bagi negara mitra. Kita datang ketika mereka membutuhkan dan kita memberikan kepastian ketika dunia penuh ketidakpastian,” ujar Rahmad.

Sebagai produsen pupuk dengan kapasitas mencapai 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mendukung kebutuhan pasar regional. Pada 2026, produksi urea Pupuk Indonesia ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton.

Dengan kondisi itu, perusahaan memiliki ruang yang memadai untuk melakukan ekspor tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia.

“Arahan dari Bapak Presiden adalah, pertama penuhi dulu kebutuhan pupuk dalam negeri untuk para petani kita. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani di Indonesia,” kata Rahmad.

Kemampuan Indonesia berkontribusi terhadap kebutuhan pupuk kawasan juga didukung pengelolaan pasokan yang kuat di dalam negeri. Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat mencapai 1,23 juta ton.

Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Digital & Data Officer (First Assistant Secretary) Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers menyampaikan apresiasi atas kedatangan urea dari Indonesia ke Australia. Ia menilai realisasi pengiriman tersebut mencerminkan eratnya hubungan dan kemitraan strategis antara kedua negara.

“Kedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan serta persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas,” kata dia.

Ekspor urea ke Australia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah lebih dulu terbangun antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Pengiriman perdana dilakukan menggunakan kapal MV. Medi Luna yang diberangkatkan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026.

Selanjutnya, realisasi ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 250.000 ton pada akhir 2026.

Seremoni kedatangan urea di Brisbane dihadiri Chief Digital & Data Officer (First Assistant Secretary) Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers, Chief Executive Officer (CEO) Ridley Corporation Quinton Hildebrand, Chief Operating Officer (COO) Incitec Pivot Fertilisers Scott Bowman, serta sejumlah pejabat pemerintah dan pelaku industri Australia.

Dari Indonesia hadir Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono, Tenaga Ahli Menteri Bidang Peningkatan Produksi Pertanian Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, Konsul Jenderal RI Sydney Pendekar Muda Leonard Sondakh, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, serta jajaran terkait.

0f8ad5e5351ca13069ef81a98ef9022c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan mulai menaikkan suku bunga kredit baru di tengah dinamika likuiditas dan tren kenaikan BI Rate ke 5,75%. Bank Indonesia (BI) mencatat, rata-rata tertimbang suku bunga kredit Rupiah turun tipis menjadi 8,72% pada Mei 2026 dari 8,73% pada April 2026. Namun, di saat yang sama, suku bunga kredit baru justru naik cukup signifikan menjadi 9,31% pada Mei 2026, dibandingkan 8,95% pada bulan sebelumnya. BI menilai…