Berita

Psikolog Soroti Peran Ayah yang Kian Menurun pada Anak

185
×

Psikolog Soroti Peran Ayah yang Kian Menurun pada Anak

Sebarkan artikel ini
fenomena-fatherless,-psikolog-ugm-ungkap-15,9-juta-anak-di-indonesia-kekurangan-figur-ayah
fenomena fatherless, psikolog ugm ungkap 15,9 juta anak di indonesia kekurangan figur ayah

Jakarta – Jutaan anak di Indonesia berisiko tumbuh kembang tanpa kehadiran aktif seorang ayah. Psikolog menyoroti fenomena fatherless sebagai masalah serius.

Data terbaru mengungkap, 15,9 juta anak di Indonesia terancam kekurangan figur ayah yang memadai.

Angka ini mencakup 4,4 juta anak yang hidup tanpa ayah, serta 11,5 juta anak yang memiliki ayah dengan jam kerja di atas 60 jam per minggu.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Rahmat Hidayat, menegaskan pentingnya peran ayah dalam perkembangan anak.

“Ketidakhadiran ayah, baik fisik maupun emosional, berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial anak,” ungkap Rahmat, Selasa (21/10/2025).

Kesibukan kerja menjadi penyebab utama ketidakhadiran ayah, jelas Rahmat.

Padahal, kehadiran ayah sangat krusial untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak.

Rahmat menambahkan, tumbuh kembang anak didukung tiga proses utama: observasional, behavioral, dan kognitif.

Ketiganya membutuhkan ayah sebagai role model utama.

“Anak belajar meniru perilaku yang diamati sejak dini melalui pembelajaran observasional,” jelasnya.

Dalam proses behavioral, ayah berperan membentuk kedisiplinan anak melalui pembiasaan, penghargaan, dan koreksi.

Sementara dalam proses kognitif, peran ayah terlihat melalui komunikasi dan nasihat yang membangun penalaran serta moral anak.

“Ketiga elemen belajar ini membutuhkan figur yang komplit. Tidak adanya sosok ayah menghilangkan satu model peran yang memperkaya proses belajar anak,” pungkas Rahmat.