Aceh – Banjir yang melanda Aceh menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengambil inisiatif dengan menerbangkan drone untuk mengirimkan bantuan logistik.
Akses darat lumpuh akibat jembatan ambrol, tanah longsor, dan sungai meluap. Drone menjadi solusi alternatif untuk menjangkau korban banjir.
“Untuk barang bantuan yang menuju Aceh Tengah, para relawan menggunakan jasa drone karena jalan belum bisa diakses,” kata Ketua DPW PSI Aceh, Zulkarnaini Syeh Joel, Kamis (11/12/2025).
Posko Utama PSI di Bireuen telah menyalurkan 2,9 ton beras, 245 liter minyak goreng, 200 papan telur, 150 dus air mineral, 160 dus mi instan, dan 13 dus susu ke Bener Meriah dan Bireuen.
Zulkarnaini menjelaskan, relawan menghadapi kendala berat dalam mendistribusikan bantuan. Mereka harus melintasi sungai dengan jembatan putus, memikul bantuan melewati jembatan ambrol, dan bahkan membawa bantuan secara manual akibat longsor.
PSI juga menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang, termasuk paket dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Kebutuhan mendesak para penyintas banjir meliputi air bersih, kebutuhan bayi dan anak-anak, serta layanan kesehatan. Komunikasi juga terhambat karena jaringan seluler yang lemah dan listrik padam di sejumlah wilayah.
PSI berencana membuka dua dapur umum tambahan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Mereka mengapresiasi dukungan dari struktur PSI Sumatera Utara dan DPP dalam penanganan bencana ini.







