Probolinggo – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia.
Keyakinan bahwa MBG akan menggerakkan perekonomian rakyat dari bawah disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang.
Hal itu diungkapkan dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (13/12/2025).
Nanik menjelaskan, program MBG dirancang dengan melibatkan yayasan sosial, keagamaan, dan pendidikan sebagai mitra SPPG.
“Saya kasihan lihat yayasan sosial, keagamaan, pendidikan, nggak punya uang. Tolong dapur-dapur itu dimitrakan dengan mereka,” kata Nanik mengutip ucapan Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo, sejak awal merancang program ini, tidak memperbolehkan PT dan CV menjadi mitra SPPG.
Nanik juga meminta agar mitra dan yayasan tidak hanya berorientasi pada bisnis semata.
Ia menghimbau agar mereka peduli dan membantu sekolah-sekolah yang siswanya menjadi penerima manfaat MBG.
“Kalau ada untung seperak dua perak untuk membiayai pendidikan, untuk membiayai aktifitas sosial,” ujar Nanik menirukan ucapan Presiden.
Ia juga mengingatkan yayasan-yayasan baru yang tidak bergerak di bidang pendidikan, agama, maupun sosial untuk tidak mencari keuntungan berlebihan.







