Jakarta – Polri mengerahkan 146.701 personel gabungan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Operasi Lilin akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergitas seluruh pihak. Hal ini untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Nataru.
“Sinergisitas adalah kunci,” tegas Sigit saat rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).
Polri akan memfokuskan pengamanan pada titik-titik rawan. Terutama wilayah dengan potensi pergerakan masyarakat tinggi dan rawan bencana. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi perhatian khusus.
“Harus dalam kondisi betul-betul siap,” kata Sigit. Ia menambahkan perlunya menyiapkan cadangan personel.
Dalam Operasi Lilin, Polri mendirikan 44.436 posko. Posko ini meliputi pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu. Lokasinya strategis, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan tempat wisata.
Selain itu, disiapkan 763 pos pelayanan. Pos ini berfungsi sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik, dilengkapi layanan kesehatan.
Terdapat pula 333 pos terpadu. Pos ini menjadi pusat komando dan kendali operasi, melibatkan seluruh stakeholder terkait.







