Padang – Polri menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga lokasi untuk korban bencana di Sumatra Barat (Sumbar).

Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, pembangunan huntara menjadi prioritas utama.

Rencananya, ratusan unit huntara akan mulai dibangun pada Januari mendatang.

Selain pemulihan infrastruktur, Polri juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.

Untuk kebutuhan air bersih, Polri telah membangun sekitar 150 titik sumur bor. Targetnya adalah 300 titik.

Sumur bor ini diprioritaskan untuk lokasi pengungsian, permukiman warga, fasilitas kesehatan, dan tempat ibadah.

Tujuh unit tangki air bersih juga dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang kesulitan air bersih.

Polri juga telah mendistribusikan bantuan sembako seberat 30 ton.

Bantuan tersebut meliputi beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, biskuit, sarden, teh, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Menjelang Ramadan, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan relawan kerja bakti membersihkan tempat ibadah yang terdampak banjir.

“Polri harus hadir bersama masyarakat, tidak hanya pada masa darurat, tetapi juga dalam memastikan kebutuhan ke depan telah dipersiapkan sejak dini,” kata Dedi.

BNPB mencatat, korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.138 jiwa per Sabtu (27/12).

Jumlah ini naik satu jiwa dari hari sebelumnya.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *