Berita

Politikus PDIP Mendesak Polri Segera Temukan Tiga Demonstran Hilang

91
×

Politikus PDIP Mendesak Polri Segera Temukan Tiga Demonstran Hilang

Sebarkan artikel ini
a5a8f624ff8ef812fb32b3714350a5d8.jpg
a5a8f624ff8ef812fb32b3714350a5d8.jpg

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Andreas Hugo Pareira, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menelusuri keberadaan tiga demonstran yang dilaporkan hilang usai unjuk rasa pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Desakan ini menyusul informasi dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang telah mengidentifikasi tiga nama tersebut, sementara Polda Metro Jaya juga telah membentuk tim khusus dan membuka posko pengaduan.

Andreas menegaskan, informasi dari KontraS seharusnya menjadi data awal bagi kepolisian untuk mencari keberadaan Reno Syahputradewo, Muhammad Farhan Hamid, dan Bima Permana Putra. Politikus PDI Perjuangan ini menekankan bahwa menemukan para peserta aksi tersebut serta menjelaskan penyebab dan kronologi hilangnya mereka adalah tanggung jawab negara.

“Ini adalah bagian dari tugas negara yang harus dilakukan oleh kepolisian,” kata Andreas di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Ia mengingatkan agar peristiwa hilangnya demonstran di masa lalu tidak terulang kembali.

Sesuai catatan KontraS, Reno Syahputradewo dilaporkan hilang sejak 30 Agustus 2025 dengan lokasi terakhir di sekitar Markas Komando Brigade Mobil (Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat. Muhammad Farhan Hamid dan Bima Permana Putra keduanya hilang sejak 31 Agustus 2025, masing-masing di lokasi yang sama (Kwitang) dan di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Ketiga orang tersebut disebut-sebut ikut dalam demonstrasi massa yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga awal September 2025 di Jakarta dan berbagai daerah. Unjuk rasa ini menuntut pencabutan tunjangan anggota DPR serta menentang berbagai keputusan pemerintah. Aksi tersebut mengakibatkan sepuluh korban jiwa dan melukai lebih dari seribu orang.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa identifikasi ketiga korban hilang berdasarkan laporan yang masuk melalui posko pengaduan yang dibentuk KontraS sejak 1 September 2025. Meskipun posko pengaduan telah ditutup, KontraS berkomitmen untuk terus mengadvokasi serta mencari ketiga demonstran yang masih dinyatakan hilang tersebut.

Secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa kepolisian telah memonitor dugaan hilangnya demonstran ini. “Kami sudah mendapatkan informasi tersebut dari media sosial,” ujar Wira dalam konferensi pers, Senin malam (15/9/2025).

Wira menegaskan komitmen kepolisian untuk turun langsung mencari tahu keberadaan para demonstran yang hilang. Pihaknya telah membentuk tim gabungan dan membutuhkan waktu untuk menelusuri ketiga nama tersebut, dengan harapan dapat segera mengetahui keberadaan ketiganya.

Selain membentuk tim gabungan, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan orang hilang. “Apabila ada yang mengetahui, mungkin kenal atau pernah ketemu dengan orang-orang tersebut, tolong diinformasikan,” kata Wira.

Posko pengaduan kepolisian berlokasi di Aula Satya Haprabu, Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pengaduan dapat dilakukan dengan datang langsung ke lokasi atau menghubungi nomor layanan pengaduan 24 jam di 0812-8559-9191.