Berita

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Monopoli Pasokan BBM untuk SPBU Swasta

108
×

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Monopoli Pasokan BBM untuk SPBU Swasta

Sebarkan artikel ini
76060e822f5ee20f87edc07973f80a34.jpg
76060e822f5ee20f87edc07973f80a34.jpg

Jakarta – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri membantah tegas tudingan monopoli stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Bantahan ini muncul di tengah keluhan kelangkaan pasokan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga meminta SPBU swasta untuk berkolaborasi dengan Pertamina mengatasi permasalahan tersebut.

“Tidak ada monopoli. Semuanya kan didistribusikan dengan sebaik-baiknya,” kata Aries setelah rapat terbatas membahas energi terbarukan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 September 2025.

Senada, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri juga memastikan tidak ada praktik monopoli dalam distribusi pasokan BBM. Ia menegaskan, kekurangan stok di sejumlah SPBU swasta sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan. “Tidak ada sama sekali monopoli,” ujar Simon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 September 2025.

Simon menjelaskan bahwa SPBU Pertamina dan SPBU swasta menerima alokasi pasokan yang berbeda, disesuaikan dengan permintaan pasar. Ia memastikan pasokan Pertamina masih aman hingga akhir tahun. Pemerintah kini tengah menyusun regulasi pembelian BBM oleh SPBU swasta melalui Pertamina. Kebijakan ini dinilai bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan pasokan di beberapa SPBU, dan Pertamina siap menjadi distributor utama penyaluran.

Sehari sebelumnya, pada 15 September 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mendesak pengelola SPBU swasta untuk menjalin kerja sama dengan Pertamina demi menjamin ketersediaan stok BBM. Ketua Umum Partai Golkar itu mengungkapkan, pemerintah telah memberikan kuota impor sebesar 110 persen tahun ini dibandingkan 2024.

“Kalau masih ada kekurangan, kami minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak,” tegas Bahlil di Istana Kepresidenan. Ia menambahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kekurangan stok tersebut. Namun, Bahlil belum dapat menjawab apakah pasokan tambahan untuk SPBU swasta akan tersedia hingga akhir tahun.

Saat dimintai tanggapan soal dugaan monopoli BBM oleh Pertamina, Bahlil memilih untuk tidak berkomentar dan segera berlari menuju mobilnya setelah rapat terbatas. Aries Marsudiyanto menambahkan, jika ada masalah teknis di lapangan, pihak terkait perlu mendiskusikannya dengan baik. Ia menekankan pentingnya mengevaluasi perbedaan antara keputusan yang diambil dan implementasi di lapangan.