Berita

Polisi Tingkatkan Penyidikan Kasus Ambruknya Pesantren Al Khoziny di Buduran

124
×

Polisi Tingkatkan Penyidikan Kasus Ambruknya Pesantren Al Khoziny di Buduran

Sebarkan artikel ini
b37fa4afcb6227ef144df9154201c79c.jpg
b37fa4afcb6227ef144df9154201c79c.jpg

Sidoarjo – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meningkatkan penanganan perkara ambruknya masjid Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo ke tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan Polda Jatim melaksanakan gelar perkara, seperti yang disampaikan pada Jumat, 10 Oktober 2025. Insiden ambruknya masjid tersebut terjadi pada Senin, 29 September 2025.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Jules Abraham Abast, menjelaskan peningkatan status perkara ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi penyelidikan yang telah berjalan sejak awal kejadian. Dengan naiknya status ini, penyidik akan segera memanggil sejumlah saksi dan meminta keterangan ahli.

Keterangan ahli nantinya menjadi salah satu alat bukti penting untuk membuktikan adanya tindak pidana. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 17 saksi terkait insiden tersebut. Abast menambahkan, proses pemeriksaan saksi akan terus dilakukan secara mendalam, dan beberapa saksi yang relevan langsung dengan kejadian runtuhnya bangunan akan dipanggil kembali.

Masjid Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin, 29 September 2025, pukul 15.00 WIB. Saat itu, para santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dua bangunan yang memiliki empat lantai.

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menyatakan proses pencarian korban di lokasi kejadian selesai. Namun, proses identifikasi jenazah masih terus berlanjut sebagai bagian dari rangkaian penanganan bencana. Sebelumnya, Polda Jatim menyatakan akan memprioritaskan identifikasi seluruh jenazah korban sebelum memulai proses hukum, seperti yang diungkapkan Abast pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Menurut Abast, proses identifikasi jenazah memerlukan ketelitian dan waktu agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan kemanusiaan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk berempati kepada keluarga korban yang masih berduka. Pihaknya menjamin akan melaksanakan seluruh proses ini sebaik-baiknya.