Jakarta – Kepolisian mendalami motif aksi nekat dua pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 22 April 2026.
Polda Metro Jaya saat ini tengah memeriksa majikan dari kedua PRT tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan untuk mengungkap latar belakang peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 WIB itu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra, mengonfirmasi pemeriksaan tersebut tengah berjalan.
Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang PRT berinisial D meninggal dunia, sementara satu korban lainnya berinisial R mengalami patah tulang tangan dan kini sedang dalam perawatan intensif.
Keterangan awal polisi menyebutkan, peristiwa ini terungkap setelah saksi di lokasi mendengar suara dentuman keras seperti benda jatuh. Saat diperiksa, saksi mendapati dua orang tergeletak dan segera menghubungi layanan darurat 119.
Kedua korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr. Mintohardjo, Bendungan Hilir. Jenazah D kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna keperluan visum et repertum.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kedua korban melompat dari bangunan kos. Penyidik masih menunggu kondisi korban yang selamat agar bisa dimintai keterangan secara resmi.
Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara untuk memperkuat proses penyelidikan.














