Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan tujuh perjalanan kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode libur panjang awal Mei 2026. Langkah strategis ini diambil guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama saat libur Hari Buruh.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada hari pertama libur panjang mencapai 142.025 pelanggan. Angka tersebut merupakan akumulasi dari 72.000 penumpang yang berangkat dan 70.025 penumpang yang tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 6.
Penambahan jadwal perjalanan ini bertujuan untuk memastikan distribusi penumpang tetap lancar serta mencegah terjadinya penumpukan di stasiun. Selain menambah kapasitas angkut, Daop 6 juga mengoptimalkan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan perjalanan.
Data KAI Daop 6 mencatat Stasiun Yogyakarta menjadi titik dengan volume keberangkatan tertinggi yakni 33.438 penumpang, diikuti Stasiun Lempuyangan dengan 18.780 penumpang, dan Stasiun Solo Balapan sebanyak 10.766 penumpang. Sisanya terbagi di Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari, dan Stasiun Wates.
Untuk melayani lonjakan tersebut, kereta api tambahan disiapkan di sejumlah stasiun keberangkatan. Dari Stasiun Solo Balapan, KAI mengoperasikan KA tambahan relasi Bandung dan Gambir. Sementara dari Stasiun Lempuyangan tersedia tambahan relasi Pasarsenen, serta dari Stasiun Yogyakarta tersedia tambahan relasi Gambir dan Surabaya Gubeng.
Pihak KAI mengimbau kepada seluruh pelanggan agar datang ke stasiun lebih awal guna menghindari ketertinggalan jadwal keberangkatan. Penumpang juga diminta untuk tetap mematuhi aturan perjalanan dan menjaga barang bawaan masing-masing selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta.







