Jakarta – Kepolisian mengerahkan sebanyak 1.722 personel untuk mengamankan aksi bela Palestina yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari ini, Ahad, 12 Oktober 2025. Pengerahan personel ini tidak hanya berfokus pada pengamanan unjuk rasa, tetapi juga untuk mengatur lalu lintas di area yang terimbas.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa Jalan Merdeka Selatan akan ditutup dan arus lalu lintas dialihkan jika terjadi peningkatan eskalasi. Ia mengimbau pengguna jalan untuk sementara menghindari kawasan Monas. Masyarakat yang hendak melintasi area Patung Kuda hingga Monas dapat melalui jalan di depan Kedutaan Besar Mesir.
Massa yang mengikuti aksi bela Palestina ini terlihat mengenakan pakaian serba putih dan hitam. Mereka membawa berbagai atribut, termasuk slayer dan bendera Palestina, sebagai bentuk dukungan. Aksi ini merupakan gabungan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan mahasiswa, dengan tujuan utama mendukung rencana gencatan senjata di Gaza, Palestina.
Menurut Syauki Hafiz, panitia aksi bertajuk “Indonesia Lawan Genosida”, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati tiga tahun serangan Israel terhadap penduduk Gaza. “Kami ingin Indonesia terlibat aktif, memastikan genosida tidak terulang lagi, pelanggaran gencatan senjata tidak terulang lagi, tidak terjadi lagi perang di Gaza,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Dalam aksinya, massa juga menagih janji Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan kesiapan mengirim 20 ribu personel pasukan perdamaian ke Gaza. Massa menegaskan, pengiriman pasukan tersebut tidak boleh ditunda. Syauki khawatir jeda waktu akan dimanfaatkan Israel untuk kembali melancarkan operasi militer.
Syauki berharap pengiriman 20 ribu personel pasukan perdamaian Indonesia dapat segera terealisasi untuk mengawal proses gencatan senjata dan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan. Selain menuntut peran aktif pemerintah Indonesia, ia juga menyoroti tanggung jawab masyarakat internasional dalam mengawal perdamaian abadi di Palestina. “Dunia bertanggung jawab menjaga gencatan senjata tetap bertahan dan genosida berakhir serta membangun kembali Gaza,” katanya.







