Jakarta – Polisi menangkap enam orang terkait dugaan penghasutan aksi anarkis saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR. Salah satu tersangka adalah staf Lokataru Foundation, Muzzafar Salim.
Muzzafar, yang juga admin akun Instagram @blokpolitikpelajar, ditangkap di Polda Metro Jaya pada Selasa (2/9) dini hari.
Kompol Gilang Prasetya dari Polda Metro Jaya menjelaskan penangkapan dilakukan setelah penetapan tersangka. “Kami membagi tim karena sasaran kami ada enam,” ujarnya.
Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, juga ditangkap di kantornya pada Senin (1/9) malam.
Polisi kemudian menangkap Syahdan Husein (admin @gejayanmemanggil) di Bali, RAP (pembuat tutorial bom molotov) di Palmerah, KA (admin @AliansiMahasiswaPenggugat), dan FL (admin TikTok @fighaaaaa) di Kelapa Gading.
Polda Metro Jaya mendalami dugaan aksi anarkis dalam demonstrasi tersebut dilakukan secara terstruktur.
“Apakah ini merupakan gerakan terstruktur, tentunya ini masih kami dalami lebih lanjut,” kata Kombes Wira Satya Putra.
Para tersangka dijerat Pasal 160 KUHP, UU ITE, dan UU Perlindungan Anak.
Makassar – Polda Sulawesi Selatan menyelidiki dugaan provokasi pembakaran dan penjarahan di kantor DPRD Makassar saat unjuk rasa 29 Agustus.
“Masih dilakukan penyelidikan untuk ITE-nya,” kata Kombes Pol Didik Supranoto.
Polisi juga menyelidiki kasus pengeroyokan pengemudi ojek online yang tewas dituduh intel. Sejauh ini, 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
BPBD Makassar mencatat 11 korban dalam kejadian tersebut, termasuk empat orang meninggal dunia.







