Berita

Pertalite Dicuri, Penganiaya SPBU Jakarta Timur Mengaku Bawa Mobil Jenderal

138
×

Pertalite Dicuri, Penganiaya SPBU Jakarta Timur Mengaku Bawa Mobil Jenderal

Sebarkan artikel ini
pengakuan-mengejutkan-penganiaya-pegawai-spbu-di-jaktim,-alasannya-teriak-‘mobil-jenderal’
pengakuan mengejutkan penganiaya pegawai spbu di jaktim, alasannya teriak ‘mobil jenderal’

Jakarta Timur – Tersangka JMH mengaku membawa “mobil jenderal” saat melakukan aksi brutal di SPBU Cipinang, Pulogadung. Tujuannya agar bisa mengisi Pertalite.

Pengakuan itu terungkap di hadapan Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal.

“Terus kamu ngomong apa?” tanya Alfian, dikutip Kamis (26/2/2026).

“Mobil jenderal, pak,” jawab JMH.

Alfian kembali bertanya, “Nah, kamu kenapa kok bilang ini mobil jenderal?”

“Biar diisi (Pertalite) pak,” jawab JMH.

Namun, klaim mobil jenderal itu hanya akal-akalan. Polisi menemukan barcode tidak sesuai dengan pelat kendaraan.

“Kamu salah ngga pakai TNKB palsu ini?” tanya Alfian.

“Siap salah pak,” jawab tersangka.

Selain itu, pria yang menganiaya tiga pegawai SPBU itu positif narkoba.

“Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja,” kata Alfian, Rabu (25/2/2026).

Terungkap juga bahwa pelaku adalah seorang wiraswasta, bukan anggota Korps Bhayangkara.

“Seorang pekerja rental,” kata dia.

Saat kejadian, JMH memakai Toyota Vellfire hitam dengan pelat nomor L-1-XD yang bodong. Dia juga memaksa mengisi Pertalite bersubsidi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan barcode bensin subsidi miliknya tak sesuai dengan nopol kendaraan.

“Barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,” kata dia.