Bandung Barat – Pengungsi korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai kembali ke rumah masing-masing. Mereka juga menerima bantuan bahan pokok.
Saat ini, hanya 46 KK dengan 146 jiwa yang masih mengungsi. Mereka adalah korban terdampak langsung atau rumahnya masuk zona bahaya.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, Ahad (1/2/2026).
Sebelumnya, total pengungsi mencapai 564 jiwa dari 164 KK. Jumlah ini berkurang setelah Pemkab Bandung Barat melakukan pemetaan zonasi.
Nur Awaludin menjelaskan, pengungsi yang dipulangkan adalah warga yang terdampak imbas longsor di RW 10, RW 11, dan RW 12. Sumber air bersih mereka tertimbun material longsor.
“Sebetulnya ini bukan pengungsi utama yang rumahnya rusak atau hancur. Tapi karena sumber air untuk warga itu tertimpa longsor sehingga harus mengungsi,” jelasnya.
Selama di pengungsian, kebutuhan warga seperti beras, makanan, dan sembako terpenuhi. Namun, keterbatasan air menjadi kendala utama.
Satu titik sumur bor telah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan beberapa KK di RW 11. Pihaknya juga mengupayakan pemanfaatan mata air dengan bantuan pompa mesin.
“Warga yang dipulangkan sudah memiliki pasokan air, meski saat ini baru tersedia satu titik. Ke depan direncanakan ada 10 titik sumur. Untuk sementara, warga diminta menggunakan air secara hemat,” ujarnya.
Anak-anak terdampak bencana juga mengikuti kegiatan trauma healing di Posko Kantor Desa Pasirlangu, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat memulihkan kondisi psikologis anak pasca bencana.







