Berita

Pemko Padang Matangkan Strategi Menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027

33
×

Pemko Padang Matangkan Strategi Menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-optimalkan-kuliner-multietnis-menuju-kota-gastronomi-unesco
pemko padang optimalkan kuliner multietnis menuju kota gastronomi unesco

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang tengah mematangkan strategi untuk menembus Jejaring Kota Kreatif UNESCO sebagai Kota Gastronomi dunia pada 2027 mendatang.

Fokus utama upaya itu diarahkan pada optimalisasi kekayaan kuliner lokal yang tumbuh dari akulturasi budaya multietnis.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, mengatakan saat ini pihaknya mengonsolidasikan berbagai lini untuk memperkuat identitas kuliner lokal sebagai warisan budaya tak benda.

Ia menegaskan, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga perpaduan seni memasak dan nilai sejarah yang memiliki daya jual tinggi di kancah internasional.

“Gastronomi adalah perpaduan antara budaya dan kuliner yang menjadi kekayaan warisan kita. Saat ini, kami bergerak bersama untuk memperkuat identitas Padang agar diakui dunia sebagai kota gastronomi,” ujar Yenni, Selasa (16/6).

Kekayaan kuliner Padang berakar dari sejarah panjang harmoni antar-etnis yang dikenal dengan istilah “Urang Padang Jalan Barampek”.

Kehidupan berdampingan antara etnis Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias melahirkan tradisi dapur yang saling memperkaya.

Yenni mencontohkan pengaruh etnis Tionghoa yang melahirkan Nasi Padang versi peranakan di kawasan Kampung Pondok.

Selain itu, jejak etnis India keturunan Tamil juga terlihat dominan pada racikan rempah soto lokal serta sajian Martabak Malabar yang digemari wisatawan.

“Keberagaman etnis di Padang tidak membuat mereka memasak secara terpisah, melainkan saling memperkaya rasa masakan Padang itu sendiri,” tambah Yenni.

Langkah strategis ini juga diarahkan untuk menggerakkan sektor UMKM sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemko Padang meyakini, label UNESCO dapat memberi dampak ekonomi yang signifikan melalui meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Saat ini, Pemko Padang tengah merampungkan dokumen pengajuan untuk menghadapi proses seleksi nasional yang ketat.

Dari 17 kota kreatif yang dinilai, kementerian terkait nantinya hanya akan memilih dua kota untuk didelegasikan ke tingkat dunia.

“Kami berharap penuh Kota Padang bisa menjadi wakil Indonesia di bidang gastronomi. Semoga berkas kita lolos agar kuliner Padang resmi mendapatkan pengakuan internasional pada 2027,” pungkas Yenni.