Jakarta – Pemerintah mematangkan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Evaluasi Kebijakan Transformasi dan Penyiapan Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II/Semester II Tahun 2026.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ini difokuskan pada langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat serta memacu akselerasi investasi di dalam negeri.
Dalam forum tersebut, terungkap bahwa ekonomi Indonesia sukses tumbuh sebesar 5,61% pada Triwulan I 2026. Capaian ini melampaui performa ekonomi negara-negara G20, dengan target pertumbuhan nasional sepanjang tahun 2026 dipatok di angka 5,4%.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, turut hadir dalam pertemuan tersebut guna memastikan agenda transformasi BUMN berjalan selaras dengan target pemerintah.
“BP BUMN memaparkan evaluasi kebijakan transformasi budaya kerja melalui implementasi Work From Home (WFH), efisiensi anggaran, hingga percepatan program strategis nasional yang melibatkan BUMN dan Danantara,” ujar Dony Oskaria pada Selasa (26/5/2026).
Dony menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti pemberian diskon transportasi nasional pada periode libur sekolah serta masa Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Diskon tersebut mencakup tiket kereta api, kapal laut, penyeberangan, hingga pesawat.
Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui BULOG. Dari sisi investasi, Danantara menyiapkan dana sebesar Rp116 triliun untuk 13 proyek prioritas hilirisasi nasional tahap II.
Langkah efisiensi juga ditempuh melalui perampingan atau streamlining lebih dari 1.000 entitas BUMN menjadi sekitar 280 entitas agar lebih kompetitif. Pemerintah juga terus mendorong program vokasi dan pemagangan untuk memperkuat kualitas SDM.
BP BUMN berkomitmen penuh mendukung kebijakan strategis tersebut guna menjaga daya beli, memperkuat tata kelola korporasi negara, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah dinamika global.
Di luar agenda rakortas, Dony Oskaria saat ini diketahui tengah menjalankan sejumlah gebrakan besar. Targetnya meliputi pencapaian keuntungan BUMN hingga Rp450 triliun pada 2029, pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusus ekspor SDA, hingga perhatiannya terhadap kasus hukum Kakek Mujiran di Lampung.







