Padang – Pemerintah genjot penyaluran bantuan pangan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan senilai total Rp 75,85 miliar ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, bantuan pangan reguler berupa 5.382,66 ton beras dan 1.076.532 liter minyak goreng telah didistribusikan ke 19 kabupaten/kota.
Sejumlah daerah bahkan telah menuntaskan penyaluran 100 persen. Di antaranya Padang Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, dan Kota Solok.
Penyaluran bantuan pangan bencana alam (Bencal) juga dipercepat. Dari total 771.726 kg, 456.262,5 kg atau 59,10 persen telah tersalurkan. Sisanya didistribusikan bertahap, menyesuaikan kondisi akses di lapangan.
Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kabupaten/kota juga mulai bergerak dengan realisasi 108.086,14 kg atau 24,47 persen.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pasokan pangan bagi masyarakat yang terisolir.
“Percepatan penyaluran bantuan pangan beras terus kita lakukan, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah yang aksesnya terputus tetap segera mendapatkan pangan yang mereka butuhkan,” ujar Rinna saat menyambut kedatangan KRI Banda Aceh-593 di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.
KRI Banda Aceh-593 menjadi andalan untuk mendistribusikan logistik pemerintah, terutama menjangkau wilayah pesisir barat Sumatera yang akses daratnya terputus.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah pusat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kepala Badan Pangan Nasional. Kami sudah menerima bantuan dalam dua tahap beras cadangan nasional dengan total 771 ton dan sudah kami distribusikan ke daerah-daerah yang terdampak bencana,” kata Mahyeldi.
Bantuan kemanusiaan yang disiapkan pemerintah bersama mitra meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan mandi, pakaian, hingga alat ibadah.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Ini amanah dari seluruh mitra, pengusaha, dan pegawai Kementan dan Bapanas. Kami pastikan bantuan sampai tepat sasaran. Tidak boleh ada yang disalahgunakan,” tegas Amran.







