Cari Kerja

Pemerintah Buka Program Magang Nasional 2026 dengan Kuota 150 Ribu

10
×

Pemerintah Buka Program Magang Nasional 2026 dengan Kuota 150 Ribu

Sebarkan artikel ini
e09479bb6026f0df9a97f9a717acd3b1.jpg
e09479bb6026f0df9a97f9a717acd3b1.jpg

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan resmi melanjutkan Program Magang Nasional (PMN) memasuki tahun kedua pelaksanaannya pada 2026.

Inisiatif strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk mempercepat transisi lulusan pendidikan tinggi ke dunia kerja profesional.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi sebagai agenda utama pembangunan ekonomi.

Pemerintah berupaya memutus rantai kendala klasik berupa kesenjangan antara kompetensi akademis dengan kebutuhan industri yang dinamis.

“Salah satu PR Pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji,” ujar Teddy dalam keterangan resmi pada Senin, 29 Juni 2026.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis selama enam bulan bagi para peserta di berbagai perusahaan mitra yang telah terverifikasi.

Peserta magang dipastikan menerima kompensasi finansial yang kompetitif dengan kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta setiap bulannya.

Besaran upah tersebut telah disesuaikan dengan standar upah minimum kabupaten atau kota di lokasi tempat peserta menjalankan tugas magang.

Selain mendapatkan penghasilan, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif dari mentor profesional atau pekerja senior di perusahaan terkait.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan teknis maupun soft skill agar lulusan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja nyata.

Tahun ini, cakupan kepesertaan diperluas tidak hanya menyasar lulusan sarjana S1 saja.

Pemerintah juga membuka akses bagi lulusan profesi serta penyandang disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

“(Peserta PMN) dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skillnya bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel,” tambah Teddy.

Data pemerintah mencatat peningkatan signifikan jumlah peserta yang terlibat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, program ini telah diikuti oleh sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai sektor industri.

Tahun ini, kuota peserta ditingkatkan menjadi 150 ribu orang yang akan disalurkan ke sekitar 8.800 perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta.

Evaluasi pelaksanaan tahun pertama menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan bagi penyerapan tenaga kerja nasional.

Sebanyak 30 persen dari total peserta tahun 2025 dilaporkan telah diserap sebagai pegawai tetap oleh perusahaan tempat mereka magang.

Selain itu, 30 persen peserta lainnya saat ini masih dalam tahap proses rekrutmen aktif.

Mereka diprediksi akan segera memperoleh kepastian kerja dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah masa magang berakhir.

“Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan,” tegas Teddy.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi skema magang guna memastikan relevansi keterampilan yang diajarkan dengan kebutuhan pasar kerja global yang terus berkembang.

Program ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka di kalangan terdidik di Indonesia.