Jakarta – Pemerintah mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera. Targetnya rampung Mei 2026.
Pembangunan sudah dimulai sejak 20 Desember 2025.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan, pembangunan huntap menggunakan skema gotong royong.
Skema ini melibatkan dana dari swasta dan yayasan melalui CSR.
“Sejak 20 Desember kita sudah mulai membangun hunian tetap,” kata Maruarar, Selasa (27/1/2026).
Ia berharap pembangunan 2.603 unit rumah ini selesai dalam lima bulan masa tanggap darurat.
Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta.
Pembangunan huntap tersebar di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kementerian PKP akan terus menggalang dukungan swasta.
Maruarar juga telah melakukan peletakan batu pertama di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
“Gerakan gotong royong ini adalah kekuatan bangsa,” ujarnya.
Lokasi pembangunan huntap didasarkan pada survei lapangan.
Aspek legalitas lahan, keamanan dari bencana, dan kedekatan dengan masyarakat jadi pertimbangan utama.
“Kami pastikan secara hukum tidak bermasalah, secara teknis aman dari banjir dan longsor,” tegasnya.
Pembangunan huntap difokuskan pada kawasan dengan jumlah unit besar. Pembangunan skala kecil akan dikoordinasi BNPB.













