BeritaPemerintahan

Pemerintah Aceh Aktifkan Posko Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Wilayahnya

94
×

Pemerintah Aceh Aktifkan Posko Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Wilayahnya

Sebarkan artikel ini
aceh-tetapkan-status-siaga-bencana-hingga-20-april
aceh tetapkan status siaga bencana hingga 20 april

Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota hingga 20 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memprediksi wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi cuaca ini dipicu oleh pola siklonik, belokan angin, serta konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Hampir seluruh wilayah Aceh kini berisiko mengalami bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama pada periode 11 hingga 20 April 2026.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, telah menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengaktifkan posko siaga darurat selama 24 jam, khususnya di wilayah yang dinilai rawan bencana.

“Kami meminta BPBD di kabupaten/kota mengaktifkan posko dan memantau perkembangan cuaca secara real-time bersama BMKG dan BPBA. Periode ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko,” ujar Nasir, Selasa (14/4).

Nasir menegaskan bahwa langkah mitigasi tidak boleh ditunda. Pemerintah daerah diminta segera melakukan normalisasi infrastruktur air, termasuk pembersihan drainase, sungai, serta pengerukan sedimentasi guna mencegah luapan air.

Selain itu, petugas lapangan diinstruksikan untuk meningkatkan patroli di kawasan rawan banjir, longsor, dan daerah aliran sungai (DAS) kritis. Mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) serta penempatan alat berat di titik-titik siaga juga menjadi prioritas.

“Sarana pendukung seperti perahu motor, kendaraan evakuasi, logistik darurat, hingga tenda pengungsian harus dipastikan dalam kondisi siap pakai,” tambahnya.

Pemerintah Aceh juga meminta jalur evakuasi dan lokasi pengungsian diverifikasi ulang untuk menjamin keamanan warga. Para bupati dan wali kota diminta melaporkan perkembangan situasi secara rutin agar tidak ada informasi yang terputus dalam upaya meminimalisir dampak cuaca ekstrem.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota hingga 20 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memprediksi wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi cuaca ini dipicu oleh pola siklonik, belokan angin, serta konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Hampir seluruh wilayah Aceh kini berisiko mengalami bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama pada periode 11 hingga 20 April 2026.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, telah menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengaktifkan posko siaga darurat selama 24 jam, khususnya di wilayah yang dinilai rawan bencana.

“Kami meminta BPBD di kabupaten/kota mengaktifkan posko dan memantau perkembangan cuaca secara real