Ecozone

Pemangkasan Suku Bunga Acuan Beri Ruang Penurunan Yield SUN?

87
×

Pemangkasan Suku Bunga Acuan Beri Ruang Penurunan Yield SUN?

Sebarkan artikel ini
bd2d633e115b9f1acc1522c3f7d58bb5.jpg
bd2d633e115b9f1acc1522c3f7d58bb5.jpg

Jakarta – Sejumlah analis memprediksi masih ada ruang bagi penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) hingga akhir tahun 2025, didorong oleh potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan The Fed. Namun, penurunan ini diperkirakan tidak akan secepat paruh pertama 2025, dengan catatan khusus terkait selisih (spread) terhadap imbal hasil obligasi AS.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, meskipun ruang penurunan imbal hasil SUN masih terbuka, lajunya tidak akan sebesar yang terjadi pada semester pertama 2025.

Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), imbal hasil SBN bertenor 10 tahun tercatat 6,33% per Kamis (18/9/2025). Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibanding awal tahun yang berada di level 6,98%, bahkan hampir mencapai level terendah sepanjang 2025.

Josua menambahkan, pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi mendorong penurunan imbal hasil US Treasury lebih lanjut. Hal ini dengan catatan bahwa data ekonomi AS mampu menunjukkan kinerja positif dan arah kebijakan Donald Trump tetap konsisten.

Di sisi domestik, BI dinilai tidak hanya berhasil menurunkan BI Rate, tetapi juga menambah likuiditas dengan membeli SBN. Kebijakan ini dipercaya mampu mendorong kurva imbal hasil ke level yang lebih rendah.

“Dengan kombinasi ini, skenario dasar untuk SUN 10 tahun di akhir tahun berada di kisaran 6,10–6,30%,” kata Josua saat dihubungi, Kamis (18/9/2025).

Ia menilai, jika The Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga di sisa 2025 dan suplai SBN masih terkelola dengan baik, hal itu dapat membawa imbal hasil mendekati batas bawah. Namun sebaliknya, imbal hasil bisa bertahan di level 6,30–6,50% jika suplai SBN Tanah Air menumpuk dan rupiah bergerak secara volatil.

Senada, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga memperkirakan peluang penurunan imbal hasil SUN di sisa 2025 masih terbuka secara terbatas. Ia memprediksi, imbal hasil SUN bertenor 10 tahun akan berada di level 6–6,25% pada akhir tahun 2025.

Menurutnya, faktor penentu kinerja pasar obligasi saat ini meliputi inflasi, disiplin fiskal pemerintah, dan efektivitas stimulus yang digelontorkan. Rudiyanto melihat kondisi pasar obligasi dalam negeri cenderung positif berkat inflasi yang terkendali dan pertumbuhan PDB di atas ekspektasi.

Namun, Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario memberikan peringatan mengenai potensi kejenuhan pasar. Meskipun ada peluang penurunan imbal hasil hingga level 6–6,1%, pemerintah diminta untuk tetap memperhatikan tren imbal hasil di AS.

Ramdhan menegaskan, secara historis, tren penurunan imbal hasil SUN di Indonesia jarang mencapai level 5%. Jika imbal hasil AS berada di bawah 4%, kejenuhan pasar obligasi domestik berpotensi terjadi. Oleh karena itu, menjaga selisih antara imbal hasil Indonesia dan AS menjadi sangat krusial agar investasi asing tetap tertarik.