Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatat pergerakan 542.339 penumpang selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Jumlah ini setara dengan 98,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun lalu, PELNI mencatat 551.383 penumpang.
Manajemen PELNI mengungkapkan ada dua faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang.
Pertama, adanya pengurangan dispensasi kapasitas penumpang dari Kementerian Perhubungan.
Kedua, penugasan KM Egon untuk membantu penanganan bencana di Sumatera.
Direktur Utama PT PELNI, Tri Andayani, memastikan operasional angkutan Nataru berjalan lancar dan aman.
“PELNI tetap menjaga kinerja operasional yang tinggi dengan rata-rata On Time Performance (OTP) kapal penumpang mencapai 98 persen,” ujarnya.
Puncak arus mudik terjadi pada 18 Desember 2025 dengan 32.332 penumpang.
Sementara puncak arus balik tercatat pada 8 Januari 2026 dengan 28.417 penumpang.
Sebaran penumpang didominasi wilayah tengah (40 persen), diikuti timur (36 persen), dan barat (24 persen).
Tiga pelabuhan keberangkatan terpadat saat arus mudik adalah Batam, Makassar, dan Ambon.
Untuk kedatangan, pelabuhan terpadat adalah Ambon, Makassar, dan Belawan.
Saat arus balik, keberangkatan terpadat ada di Belawan, Ambon, dan Makassar.
Sedangkan kedatangan terpadat adalah Batam, Makassar, dan Ambon.
PELNI menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran.













