Berita

PBNU Prediksi Idulfitri 2026: Hilal Belum Terlihat, Istikmal Menguat!

172
×

PBNU Prediksi Idulfitri 2026: Hilal Belum Terlihat, Istikmal Menguat!

Sebarkan artikel ini
posisi-hilal-di-bawah-kriteria,-pbnu-prediksi-lebaran-sabtu-21-maret
posisi hilal di bawah kriteria, pbnu prediksi lebaran sabtu 21 maret

Jakarta – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini datang dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).

Penyebabnya, posisi hilal masih di bawah kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Data falakiyah menunjukkan, pada Kamis (19/3), tinggi hilal di Indonesia berkisar antara 0 derajat 49 menit hingga 2 derajat 53 menit.

Elongasi hilal berada di rentang 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit.

Meski di atas ufuk, kondisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal versi NU.

Hilal berada pada zona istihalah al-rukyah, atau secara teoritis tidak mungkin terlihat.

“Hilal di seluruh Indonesia berada di atas ufuk, tetapi masih di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), sehingga berada pada zona istihalah al-rukyah,” demikian keterangan resmi LF PBNU.

Rukyatul hilal tetap dilaksanakan pada Kamis petang.

Pengamatan dilakukan di berbagai titik di Indonesia oleh jejaring Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU).

Metode pengamatan menggunakan mata telanjang dan alat optik.

LF PBNU menegaskan, penetapan awal Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Keputusan pemerintah akan menjadi dasar bagi PBNU dalam menyampaikan ikhbar kepada warga Nahdlatul Ulama.

Jika hilal tidak terlihat, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

“Apabila hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal, maka Nahdlatul Ulama akan mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menetapkan istikmal Ramadan sehingga 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing 21 Maret 2026,” kata LF PBNU.

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Kamis (19/3).

Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh 20 Maret 2026.

Perbedaan ini sering terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.