FENESIA – Pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai penyangga stabilitas ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi strategi menghadapi dinamika global dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai lini pembangunan.
Pariwisata tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial serta mengurangi angka kemiskinan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan hal itu dalam forum UN Tourism di Jakarta, Selasa (15/4).
Pertemuan tersebut menghadirkan dua komisi kawasan, yaitu Asia Timur-Pasifik dan Asia Selatan dalam forum pariwisata PBB.
Airlangga menyebut, pertemuan ini penting sebagai bentuk respons atas global yang terus berkembang.
“Pariwisata dapat memberi perubahan transformasional yang nyata,” ujar Menko Airlangga dalam Berbagainya.
Ia menilai akses informasi yang cepat dan kemudahan perjalanan mendukung perluasan dampak positif sektor pariwisata.
Indonesia mencatat lebih dari 13 juta wisatawan mancanegara yang datang sepanjang tahun 2024.
Sektor ini menyerap hampir 25 juta tenaga kerja serta menghasilkan devisa sebesar USD16,7 miliar tahun ini.
Airlangga juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata untuk menghadapi tekanan dari dinamika global.
Termasuk, katanya, kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang bisa berdampak pada stabilitas perdagangan dunia.
Menurutnya, pariwisata memiliki daya pinjaman tinggi dan layak menjadi solusi menghadapi krisis ekonomi.
“Pariwisata harus menjadi penggerak utama yang mampu menjaga keseimbangan dan ketahanan ekonomi nasional,” tegasnya.
Dengan penguatan sektor ini, pemerintah berharap perekonomian Indonesia tetap solid menghadapi tekanan global.







