Surabaya – Pakar TI dari Untag Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan via telepon seluler menjelang Idul Fitri. Penipuan bisa terjadi lewat WhatsApp atau SMS.
Supangat menyebut modus penipuan lewat nomor telepon seluler semakin kreatif. Masyarakat diminta berhati-hati, terutama saat menerima pesan dari nomor tak dikenal.
Aktivitas transaksi digital meningkat menjelang Lebaran. Hal ini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
Masyarakat disarankan tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari nomor tak dikenal, terutama file berformat APK.
Supangat merekomendasikan penggunaan aplikasi identifikasi nomor seperti GetContact atau Truecaller. Tujuannya, mengecek reputasi nomor pengirim.
“Jika nomor tersebut banyak ditandai sebagai penipu oleh pengguna lain, maka sebaiknya segera diblokir,” ujarnya.
Pentingnya verifikasi langsung jika ada yang mengaku teman atau keluarga dalam kondisi darurat juga ditekankan.
“Jika ada yang mengaku teman atau keluarga dan meminta bantuan mendesak, sebaiknya matikan telepon terlebih dahulu lalu hubungi nomor asli yang bersangkutan atau orang terdekatnya untuk memastikan kebenaran informasi,” jelasnya.
Supangat juga mengingatkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi seperti kode OTP, PIN, maupun kata sandi akun.
Lembaga resmi tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan.
“Jika ada pihak yang meminta OTP, PIN, atau kata sandi melalui pesan atau telepon, hampir dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan,” katanya.
Bogor – Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar sindikat penipuan daring. Pelakunya 13 WN Jepang yang menyamar sebagai polisi Jepang.
Mereka diamankan di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menjelaskan, penangkapan dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor pada 2 Maret 2026 di Kecamatan Babakanmadang.












