Berita

Okupansi Penumpang KAI Sentuh 83 Persen Selama Libur Nataru

76
×

Okupansi Penumpang KAI Sentuh 83 Persen Selama Libur Nataru

Sebarkan artikel ini
df547709c460102ed9b8e24ba337f236.jpg
df547709c460102ed9b8e24ba337f236.jpg

Jakarta – Antusiasme masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sangat tinggi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, tingkat okupansi penumpang telah mencapai 83% dari total 3,5 juta tiket yang disediakan.

Peningkatan signifikan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. KAI memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 28 Desember dan arus balik pada 3 dan 4 Januari.

“Nanti akan mencapai puncaknya di tanggal 28 Desember dan arus balik tanggal 3 dan 4 Januari,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

KAI menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keamanan, keselamatan, dan pelayanan terbaik bagi seluruh penumpang. Ketepatan waktu keberangkatan juga menjadi prioritas utama.

Pada periode Nataru 2025/2026 ini, KAI menyediakan 3.506.104 tiket untuk kereta api jarak jauh dan lokal. Tiket tersebut tersedia untuk seluruh layanan KAI di Indonesia, dengan jumlah terbanyak di Pulau Jawa.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa pemerintah memberikan diskon tiket transportasi sebesar 30%, dengan porsi tiket kereta api tersedia untuk 1,5 juta orang.

AHY juga berpesan kepada seluruh jajaran KAI untuk memberikan pelayanan prima kepada penumpang. “Faktor keselamatan kami dahulukan, tetapi ketepatan waktu juga tidak boleh kami abaikan,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Stasiun Gambir, AHY menyempatkan diri meninjau peron dan menyapa penumpang Kereta Api Cakrabuana tujuan Cirebon sebelum keberangkatan.

Pada pukul 10.50 WIB, tepat waktu keberangkatan KA Cakrabuana, AHY secara simbolis meniup peluit panjang sebagai tanda kereta diizinkan berangkat.