PemerintahanPolitik

Pengangguran di Indonesia Turun, Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas Kerja

8
×

Pengangguran di Indonesia Turun, Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas Kerja

Sebarkan artikel ini
penurunan pengangguran harus diikuti peningkatan kualitas lapangan kerja
penurunan pengangguran harus diikuti peningkatan kualitas lapangan kerja

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia turun menjadi 7,22 juta orang per Mei 2026.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 24 ribu orang dibandingkan data pada Februari 2026.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengapresiasi tren positif tersebut sebagai indikator perbaikan ekonomi nasional.

Ia menilai capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menggerakkan pasar kerja.

Meski demikian, legislator Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya diukur melalui statistik pengangguran.

Pemerintah diminta memprioritaskan peningkatan kualitas lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial,” ujar Netty, Kamis (6/8/2026).

Netty menyoroti tingginya proporsi pekerja di sektor informal yang rentan akibat minimnya jaminan sosial dan kepastian hukum.

Ia mendesak pemerintah mempercepat transformasi pekerja informal menuju sektor formal.

Langkah ini penting agar pekerja mendapatkan akses jaminan sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan, guna melindungi mereka dari risiko kerja hingga masa tua.

Netty juga menyoroti tantangan tingginya angka pengangguran di kalangan usia muda yang harus segera diatasi.

Ia mendorong penguatan sinergi antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan sektor industri.

Sinergi tersebut bertujuan memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja masa kini.

“Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi,” tegasnya.