Berita

Mentan Amran Alokasikan Rp9,95 Triliun Percepat Hilirisasi Tebu Nasional

108
×

Mentan Amran Alokasikan Rp9,95 Triliun Percepat Hilirisasi Tebu Nasional

Sebarkan artikel ini
36c90092bfe3535d9a1b08f9288b9052.jpg
36c90092bfe3535d9a1b08f9288b9052.jpg

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk pengadaan bibit. Dana ini dialokasikan sebagai langkah percepatan hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Pengumuman tersebut disampaikan Amran usai memimpin rapat koordinasi bersama BUMN Pangan. Rapat yang membahas komoditas prioritas di sektor perkebunan nasional ini berlangsung di Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Selasa (23/9).

Menurut Mentan Amran, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memperkuat nilai tambah sektor pertanian melalui hilirisasi komoditas perkebunan.

“Pengadaan bibit akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” ujar Amran. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.

Amran meyakini, pengadaan bibit tersebut berpotensi menciptakan 1,6 juta tenaga kerja. Dalam pelaksanaannya, PTPN akan menjadi motor penggerak utama yang memberikan pendampingan di lapangan.

Salah satu komoditas yang menjadi fokus utama adalah tebu. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk program Bongkar Ratoon, yaitu peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak produktif.

Kebijakan pemerintah sebelumnya telah berhasil meningkatkan cakupan Bongkar Ratoon dari 5.000 hektare menjadi 17.000 hektare per tahun, atau naik hingga 200 persen. Dengan tambahan dana ini, pemerintah menargetkan program Bongkar Ratoon mencakup 100.000 hektare lahan.

Fokus utama program Bongkar Ratoon adalah di Jawa Timur, dengan target 70.000 hektare yang tersebar di 26 kabupaten.

Mentan menilai program ini sebagai salah satu bantuan pemerintah terbesar di sektor perkebunan. Ia menargetkan program ini harus tuntas dalam waktu tiga bulan.

“Tahun depan juga ada lagi. Tolong sampaikan kepada para petani, ayo segera Bongkar Ratoon, karena pemerintah sudah mencairkan dananya,” tegas Amran.

Selain tebu, beberapa komoditas strategis perkebunan lainnya seperti kakao, kelapa, kopi, mete, lada, dan pala juga menjadi prioritas yang akan dikembangkan.

Melalui berbagai upaya ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara unggul dan berjaya di sektor perkebunan di masa depan, pungkas Amran.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…