Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terlihat sibuk saat memimpin upacara pengukuhan dan pelepasan kontingen Asian Youth Games (AYG) 2025 serta Islamic Solidarity Games (ISG) di Wisma Kemenpora, Jumat, 17 Oktober 2025. Momen tersebut menjadi perhatian setelah ia berulang kali menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto di tengah acara.
Kerepotan Erick Thohir terlihat jelas saat ia berdiri di depan ratusan kontingen. Dering ponsel di saku celananya tiba-tiba berbunyi, membuatnya terkejut dan bergegas menuju sebuah ruangan di sisi kanan. Ia kembali, menyerahkan ponselnya kepada seorang staf di sisi kiri, di mana Tsamara Amani, mantan Staf Khusus Erick saat menjabat Menteri BUMN, turut terlihat nimbrung.
Tak lama setelah Erick kembali berdiri di depan mikrofon, ponselnya yang dipegang staf bergetar lagi. Saat itu, ia tengah mendengarkan pembacaan Surat Keputusan 3rd Asian Youth Games Bahrain 2025 dan 6th Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 oleh Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Wijaya Noeradi. Staf kemudian menyerahkan ponsel itu kepada Erick, yang langsung bergegas kembali ke ruangan sebelumnya, membuat pembacaan SK terhenti.
Erick kembali dengan kepala tegak dan langsung menjelaskan situasinya. “Saya melaporkan ke Bapak Presiden bahwa hari ini kami ada pelepasan atlet. Bapak Presiden kirim salam ke semua yang akan berangkat dan jagalah nama bangsa Indonesia,” kata Erick, membeberkan alasan di balik kesibukannya menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto.
Usai menyampaikan pesan Presiden, Erick lantas memompa semangat para atlet. “Saya ingin tanya kepada para atlet, ‘Apakah kita bangsa besar?’ Iya. ‘Kita bangsa kuat?’ Kuat! ‘Buktikan itu’,” ujarnya. Ia menekankan bahwa atlet adalah simbol bangsa dan harus membuktikan diri di setiap pertandingan. “Kami kirim kalian bukan untuk coba-coba. Jangan jadi beban, tapi buktikan di setiap pertandingan. Kalah menang biasa, tapi kalah sebelum bertanding tidak boleh jadi kebiasaan,” tegasnya.
Sebanyak 123 atlet Indonesia akan bertanding di Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober 2025, berkompetisi di 21 dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan 38 atlet untuk berlaga di Islamic Solidarity Games 2025.
Kontingen untuk kedua kejuaraan ini akan diberangkatkan secara bertahap mulai 3 hingga 16 November. Mereka dijadwalkan kembali ke Tanah Air juga secara bertahap, dengan kepulangan paling akhir pada 22 November 2025.







