Berita

Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan, Pastikan Bukan untuk Makan Bergizi Gratis

90
×

Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan, Pastikan Bukan untuk Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
mendikdasmen-ajukan-anggaran-tambahan-rp181-triliun,-pastikan-tak-untuk-mbg
mendikdasmen ajukan anggaran tambahan rp181 triliun, pastikan tak untuk mbg

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Rp181 triliun ke DPR bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski begitu, ia mengakui Program MBG adalah bagian penting dari Kemendikdasmen.

“Pengajuan ABT Kememdikdasmen ini bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Mu’ti, Rabu (4/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Mu’ti menambahkan, pihaknya sudah memaparkan ABT ini di DPR dan kini menunggu keputusan.

Usai rapat koordinasi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026), Mu’ti menjelaskan ABT adalah permintaan alokasi tambahan dalam APBN yang mendesak.

Menurutnya, Program MBG berkaitan dengan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat.

Tujuh kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

MBG juga merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang menjadi prioritas nasional.

Program ini mencakup penanaman nilai spiritual, sosial, tertib, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, budaya bersih, dan tata krama.

“Jadi, MBG memiliki kaitan yang sangat langsung dengan program Kemendikdasmen,” ucap Mu’ti.

Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen melaporkan, 49.614.433 siswa telah menerima MBG dari total 53.394.088 siswa.

Artinya, program ini menjangkau 93 persen siswa di seluruh Indonesia.

Sementara, 3.780.445 siswa belum menerima program ini.

Sebanyak 288.845 sekolah dari total 434.812 satuan pendidikan (66,5 persen) telah menerima program ini.

“Jadi, capaiannya sudah sangat tinggi,” tuturnya.