Berita

Media Israel Klaim Prabowo Akan ke Tel Aviv, Menlu RI Menepis

100
×

Media Israel Klaim Prabowo Akan ke Tel Aviv, Menlu RI Menepis

Sebarkan artikel ini
c4f64932e4bb3eb59d241ce34fc3bc31.jpg
c4f64932e4bb3eb59d241ce34fc3bc31.jpg

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tegas membantah kabar yang beredar di sejumlah media Israel terkait rencana kunjungan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, ke Israel. Klaim media tersebut menyebut Prabowo akan melakukan lawatan bersejarah pada Selasa atau Rabu, setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir.

Beberapa media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Presiden Prabowo akan tiba di Israel, menandai kunjungan pertama seorang kepala negara dari Jakarta ke negara itu. Laporan tersebut mengutip sumber yang disebut “mengetahui detail kunjungan”, namun identitas sumber tidak dicantumkan. Media Israel juga menafsirkan pidato Prabowo di Sidang Umum PBB bulan lalu “bernada hangat” karena mengakhiri sambutannya dengan kata “Shalom”.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono, yang mendampingi Presiden di KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, membantah tegas kabar tersebut. “Tidak benar. Sesuai rencana awal, Presiden akan kembali ke Tanah Air setelah acara di Mesir selesai,” ujar Sugiono pada Senin (13/10/2025). Ia memastikan tidak ada jadwal tambahan menuju Israel dan seluruh agenda Presiden sudah terencana sejak awal.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang juga menegaskan hal serupa. Yvonne memastikan Presiden Prabowo akan langsung kembali ke Indonesia usai menghadiri KTT di Mesir.

Indonesia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pemerintah Indonesia secara konsisten menegaskan bahwa hubungan diplomatik baru dapat dipertimbangkan jika Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan penuh negara Palestina.

Presiden Prabowo sendiri tiba di Bandara Internasional Sharm el-Sheikh pada Senin pagi untuk menghadiri KTT Perdamaian di Gaza. Dalam forum itu, ia bergabung bersama 27 pemimpin negara dan lembaga dunia, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Raja Yordania Abdullah II. Kehadiran Indonesia di KTT tersebut bertujuan menunjukkan dukungan bagi upaya perdamaian dan penghentian kekerasan di Gaza. Usai pertemuan, Presiden dijadwalkan langsung terbang kembali ke Jakarta tanpa singgah ke negara lain.