Medan – Banjir bandang melanda 19 kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (27/11/2025), setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa. Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat rumah terendam dan akses jalan lumpuh.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menyatakan Pemko Medan dalam status siaga menghadapi cuaca ekstrem. Hanya dua kecamatan, Medan Area dan Medan Perjuangan, yang dilaporkan tidak terdampak banjir.
“Pemko Medan dalam masa siaga menghadapi cuaca ekstrem,” tegas Rico.
Kondisi terparah terjadi di sejumlah titik dengan jalanan tak bisa dilalui dan sungai meluap.
Warga dievakuasi ke tempat-tempat aman seperti masjid, kantor lurah, dan kantor kecamatan. Petugas masih mendata jumlah korban dan rumah yang terdampak.
Rico menginstruksikan seluruh camat untuk mempercepat evakuasi warga dengan aman. Dapur umum disiapkan di setiap lokasi pengungsian.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan siap menyediakan makanan bagi para pengungsi.
Wali kota menekankan pentingnya sinergi antara camat dan BPBD dalam evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.
Pemko Medan akan menetapkan status darurat jika banjir terus memburuk.
Rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, di Jalan Sudirman, juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.
Banyak kendaraan roda dua dan empat yang nekat melintas mogok. Pengendara terpaksa mendorong kendaraannya di tengah hujan.
“Kali ini banjirnya tinggi sekali. Motor saya mogok,” keluh Sari, seorang pengendara motor yang kaget melihat rumah dinas gubernur ikut kebanjiran.
Polda Sumut menerjunkan 58 personel Ditsamapta untuk membantu penanganan banjir di beberapa titik, termasuk Kampung Aur, Kelurahan Brayan, Kelurahan Padang Bulan, dan Kecamatan Sunggal.
“Evakuasi terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan.







