Jakarta – Pemilihan Ketua Umum PPP dipercepat dalam Muktamar X di Ancol, Sabtu (27/9), di tengah potensi kericuhan. Muhamad Mardiono terpilih sebagai ketua umum dalam sidang tersebut.
Mardiono menjelaskan percepatan pemilihan ini sesuai dengan AD/ART partai yang membenarkan tindakan tersebut dalam kondisi darurat.
“Proses bisa dipercepat dan kemudian ini kita anggap sebagai penyelamatan dalam kondisi situasi yang sangat darurat,” ujar Mardiono dalam konferensi pers.
Menurutnya, muktamar telah berjalan panjang, namun ada pihak-pihak yang menimbulkan kericuhan. Pimpinan sidang dan ketua OC mengambil langkah cepat yang dibenarkan oleh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Keputusan mempercepat agenda muktamar disetujui oleh mayoritas pemilik suara. “Hampir 80 persen semuanya menyetujui untuk kita mengambil langkah-langkah cepat agar tidak terjadi keributan yang berkepanjangan,” kata Mardiono.
Amir Uskara, pimpinan sidang Muktamar X PPP, menambahkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi.
Mardiono juga menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait kader yang terluka akibat kericuhan dalam muktamar. Beberapa kader bahkan harus dirawat di rumah sakit. “Tentu ini nanti akan kita lanjutkan dengan proses hukum,” tegasnya.







