Padang – Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) berinovasi menciptakan tablet kunyah herbal “Bantomint” sebagai solusi pencegah gigi berlubang yang praktis dan alami. Produk ini memanfaatkan rumput banto, tanaman liar khas Sumatera Barat.
Inovasi ini hadir menjawab tantangan menjaga kebersihan mulut di tengah kesibukan sehari-hari.
Ketua Tim PKM-K Bantomint, Adelia Putri, mengungkapkan ide ini berawal dari keprihatinan terhadap sulitnya menjaga kebersihan mulut saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengekstrak rumput banto dan memformulasikannya menjadi tablet kunyah herbal yang praktis, menyegarkan, dan alami,” jelas Adelia.
Rumput banto mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang bersifat antibakteri terhadap Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab gigi berlubang.
Ekstrak daun banto diformulasikan dengan xylitol, ekstrak mint, dan baking soda melalui serangkaian uji laboratorium di UNP.
Tablet kunyah ini dikemas dalam botol PLA (Polylactic Acid) yang ramah lingkungan.
Uji coba terhadap 50 responden menunjukkan hasil positif, dengan 90% menyukai rasa mint dan merasa nyaman menggunakan produk ini.
Tim Bantomint telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sedang dalam proses sertifikasi halal serta izin edar dari BPOM.
Pemasaran produk dilakukan secara digital melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Shopee dengan konten edukatif tentang perawatan gigi alami.
“Ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berinovasi di laboratorium, tetapi juga mampu membangun merek dan membawa produk lokal ke pasar modern,” pungkas Adelia.
Bantomint diharapkan menjadi solusi perawatan gigi yang efektif, praktis, dan ramah lingkungan bagi masyarakat luas.












