Berita

KPK Dalami Dugaan Korupsi Anoda, Periksa Eks Dirut Antam

115
×

KPK Dalami Dugaan Korupsi Anoda, Periksa Eks Dirut Antam

Sebarkan artikel ini
kpk-diam-diam-sudah-periksa-arie-ariotedjo,-ayah-eks-menpora
kpk diam diam sudah periksa arie ariotedjo, ayah eks menpora

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp100 miliar lebih dalam kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Antam dan PT Loco Montrado.

Sebagai bagian dari penyidikan, KPK kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, pada Selasa (7/10) lalu.

Arie Prabowo, yang juga merupakan ayah dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, diperiksa sebagai saksi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap Arie Prabowo dilakukan untuk mendalami proses kerja sama antara PT Antam dan PT Loco Montrado.

“Pemeriksaan terhadap saksi Sdr. APA yang merupakan Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero), Tbk. Periode Mei 2017 s.d Desember 2019, telah dilakukan pada Selasa (7/10) lalu,” ujar Budi Prasetyo, Rabu (14/10).

KPK menduga, kerja sama ini menyebabkan kerugian negara yang signifikan.

Ini merupakan pemeriksaan kedua bagi Arie Prabowo dalam kasus ini. Sebelumnya, ia telah diperiksa pada 6 Juni 2023.

Pada pemeriksaan sebelumnya, Arie menjelaskan bahwa kerja sama antara Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP-LM) PT Antam Tbk dengan PT Loco Montrado telah berjalan sejak April 2017 tanpa kontrak yang jelas.

Arie juga mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap saat dirinya menjabat sebagai Dirut PT Antam pada Mei 2017.

Kasus ini bermula dari ketidaksepahaman terkait kegiatan di UBPP LM PT Antam Tbk, yang berujung pada pencopotan General Manager UBPP LM PT Antam Tbk tahun 2013-2017, Dody Martimbang, yang kini menjadi terdakwa.

General Manager UBPP LM PT Antam Tbk kemudian melaporkan kontrak antara UBPP LM PT Antam Tbk dengan PT Loco Montrado terkait pemurnian emas.

“Di mana dalam pelaksanaannya terjadi kerugian PT Antam senilai Rp90 miliar lebih karena recovery dari silver/perak tidak didapat,” jelas Arie pada Juni 2023.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Siman Bahar alias Bong Kin Phin, Direktur Utama PT Loco Montrado.