Berita

Korban Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Direlokasi Sementara

58
×

Korban Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Direlokasi Sementara

Sebarkan artikel ini
e88bd5f6ee2127e3a02bb577312b0bb4.jpg
e88bd5f6ee2127e3a02bb577312b0bb4.jpg

Jakarta Timur – Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, segera menyiapkan tempat penampungan sementara bagi ratusan pedagang yang kiosnya hangus akibat kebakaran hebat pada Senin, 15 Desember 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan para pedagang terdampak dapat melanjutkan aktivitas jual beli mereka.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah kewajiban. “Wajib bagi kami untuk bisa menyediakan tempat penampungan agar pedagang tetap bisa berjualan,” ujar Agus di lokasi kejadian.

Rencananya, ratusan pedagang dari Blok C yang terdampak akan direlokasi ke area di sebelah selatan gedung pengelola Pasar Induk Kramat Jati. Lokasi tersebut dinilai mampu menampung seluruh pedagang yang kehilangan tempat usahanya. Proses relokasi dijadwalkan akan dimulai dalam tiga hari ke depan, diawali dengan pendataan menyeluruh dan pengundian kios sementara untuk 350 pedagang yang tercatat.

Selain dukungan tempat berjualan, Pemerintah Provinsi Jakarta juga akan memberikan uang kerahiman kepada seluruh pedagang yang kiosnya terbakar. Agus Lamun berharap bantuan ini dapat membangkitkan kembali semangat para pedagang untuk beraktivitas.

Kebakaran tersebut melahap mayoritas kios di Blok C Pasar Induk Kramat Jati, yang sebagian besar merupakan penjual buah-buahan seperti pepaya dan pisang. Kios-kios di blok ini diketahui beroperasi selama 24 jam.

Menurut Nur, seorang karyawan toko buah di pasar tersebut, api pertama kali muncul dari Toko Cikuray, salah satu kios terbesar di blok itu, yang menjual plastik dan tali-temali. Nur menceritakan, kondisi angin yang kencang saat kejadian membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke puluhan kios lain sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Saat kejadian, banyak penjual yang memilih menyelamatkan diri tanpa sempat mengevakuasi barang dagangan mereka.

Sementara itu, petugas keamanan Pasar Induk Kramat Jati, Indra, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu penjual dan langsung menghubungi pemadam kebakaran serta kepolisian. Sekitar 30 menit kemudian, petugas pemadam tiba di lokasi. Sebelum kedatangan petugas, personel keamanan sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Indra memperkirakan, sekitar 75 persen kios di gedung tersebut ludes terbakar.

Tim pemadam kebakaran berhasil merampungkan proses pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 11.20 WIB. Alat berat seperti ekskavator kemudian dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa kios yang telah menjadi abu dan puing.

Personel kepolisian dari Laboratorium Forensik Bareskrim Polri telah mengidentifikasi tempat kejadian perkara dan memeriksa sembilan saksi, termasuk pegawai kios yang diduga menjadi sumber api. Tim forensik juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti kabel listrik, abu kebakaran, dan rekaman kamera pemantau di sekitar lokasi kejadian. Garis polisi kini terpasang membentang di area kios-kios yang terdampak kebakaran.

Di tengah puing-puing, ratusan penjual terlihat mulai membersihkan sisa kebakaran dengan alat seadanya. Mereka berupaya memilah-milah buah pepaya dan pisang yang sekiranya masih dalam kondisi baik, meski sebagian besar kios mereka telah hangus.