Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Hakim Bafaqih, menolak rencana Pertamina menggabungkan Pelita Air dengan Garuda Indonesia. Penolakan ini disampaikan terkait rencana pelepasan Pelita Air oleh Pertamina.
Abdul Hakim menilai merger berpotensi menghambat kinerja positif Pelita Air yang tengah tumbuh. Ia meminta pemerintah dan Pertamina mengkaji ulang rencana tersebut.
“Saya menolak dengan keras upaya penggabungan Pelita dengan Garuda,” tegas Abdul Hakim.
Rencana pelepasan Pelita Air terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Kamis (11/9/2025). Pertamina menyebut pelepasan akan dikoordinasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Abdul Hakim mengusulkan agar Pelita Air dijadikan anak usaha Danantara, yaitu PT Danantara Aset Manajemen, jika memang akan di-spin-off. Ia khawatir merger dengan Garuda akan mengurangi fleksibilitas Pelita Air.
“Kalau ini memang mau ikut membantu menyelamatkan Garuda, take over saja Citilink-nya,” ujarnya.
Pelita Air sendiri baru saja menyambut armada terbarunya, Airbus A-320 dengan registrasi PK-PWN, pada Kamis (24/4/2025). Maskapai ini berencana memperluas rute dan frekuensi penerbangan tahun ini.







