BeritaPemerintahan

Kolaborasi Kuat Kemenpar-PHRI Dongkrak Pariwisata Indonesia

174
×

Kolaborasi Kuat Kemenpar-PHRI Dongkrak Pariwisata Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Perjalanan ajak PHRI berkolaborasi majukan pariwisata

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam upaya memajukan sektor pariwisata Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat kegiatan pariwisata, dan meningkatkan daya tarik Indonesia di mata dunia.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Enik Ermawati, menekankan pentingnya peran PHRI dalam pengembangan pariwisata. “Kami sangat membutuhkan peran serta kolaborasi dari PHRI untuk menyiapkan dan merancang SDM profesional yang dapat menghadirkan pelayanan berkualitas,” ujar Ni Luh di Jakarta, Rabu.

Selama 56 tahun, PHRI telah menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam membangun dan menguatkan sektor pariwisata. Kontribusi PHRI dalam menarik wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Indonesia pun diakui sangat besar.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menyatakan komitmen perhimpunan untuk membantu pemerintah, khususnya Kemenparekraf, dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Kami berjanji untuk senantiasa membantu pemerintah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung perkembangan pariwisata Indonesia,” tegas Hariyadi.

Kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh data positif dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pariwisata Indonesia. Sepanjang tahun 2024, tercatat 13,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, meningkat 19 persen dibanding tahun 2023. Wisatawan nusantara pun menunjukkan tren positif dengan 1,021 miliar perjalanan wisata di Indonesia, meningkat 21,7 persen dari tahun sebelumnya.

Sektor pariwisata pada tahun 2024 diperkirakan menyumbang devisa sebesar 16,7 miliar dolar AS, meningkat 19,3 persen dari tahun 2023. Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun 2024 diperkirakan mencapai 4,01 hingga 4,5 persen.