Tangerang Selatan – Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tahun anggaran 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan prajurit dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung praktik ketahanan pangan yang diikuti para peserta di Markas Kodiklat TNI, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kehadiran Jenderal Agus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional.
Dalam arahannya, Jenderal Agus memotivasi prajurit untuk berperan aktif mengembangkan tanaman produktif, seperti buah-buahan dan komoditas pangan lainnya. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hidup serta memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika geopolitik global.
Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika menekankan bahwa kondisi lingkungan strategis saat ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan responsif.
“Termasuk di bidang ketahanan pangan, serta peningkatan kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan Kompi Produksi pada bidang Zeni Konstruksi dan Kesehatan,” ujar Naudi.
Ia menegaskan, prajurit TNI kini dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang profesional, tetapi juga harus produktif dalam mendukung program strategis nasional sebagai upaya nyata menjaga stabilitas negara.
Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Kodiklat TNI Brigjen Erland Hendriatna menambahkan, bimtek tersebut telah berlangsung selama lima hari, yakni pada 6-10 April 2026. Kegiatan ini merupakan langkah responsif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.
Tangerang Selatan – Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) tahun anggaran 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan prajurit dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung praktik ketahanan pangan yang diikuti para peserta di Markas Kodiklat TNI, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kehadiran Panglima TNI ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional.
Dalam arahannya, Jenderal Agus memotivasi para prajurit untuk aktif mengembangkan tanaman produktif, seperti buah-buahan dan komoditas pangan lainnya. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hidup serta memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika geopolitik global.
Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika menekankan, kondisi lingkungan strategis saat ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan responsif.
“Termasuk di bidang ketahanan pangan, serta peningkatan kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan dan Kompi Produksi pada bidang Zeni Konstruksi dan Kesehatan,” ujar Naudi.
Ia menegaskan, prajurit TNI kini dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang profesional, tetapi juga harus produktif dalam mendukung program strategis nasional sebagai upaya menjaga stabilitas negara.
Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Kodiklat TNI Brigjen Erland Hendriatna menambahkan, bimtek tersebut telah berlangsung selama lima hari, yakni pada 6-10 April 2026. Kegiatan ini merupakan langkah responsif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.







