Berita

Keracunan MBG Merebak: Garut, Tasikmalaya, Pangandaran Tangani Ratusan Korban

130
×

Keracunan MBG Merebak: Garut, Tasikmalaya, Pangandaran Tangani Ratusan Korban

Sebarkan artikel ini
ada-keracunan-mbg-di-tasik-dan-pangandaran,-korban-di-garut-jadi-282
ada keracunan mbg di tasik dan pangandaran, korban di garut jadi 282

Garut – Ratusan pelajar di Jawa Barat diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini dilaporkan terjadi di Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Di Garut, Dinas Kesehatan mencatat 282 pelajar menjadi korban. “Jumlahnya 282 korban. Mayoritas sudah pulang dan menjalani rawat jalan di rumah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, Rabu.

Ratusan pelajar tersebut berasal dari empat sekolah, yaitu SDN 3 Talagasari, SMPN 1 Kadungora, SMP PGRI, dan SMA Annisa. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah, diare, dan sesak napas.

Diduga, keracunan terjadi setelah para pelajar menyantap menu MBG pada Selasa (30/9). Menu tersebut terdiri dari nasi, daging sapi, kacang edamame, kol, timun, pisang, dan susu bantal cokelat.

Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kejadian ini. Bupati Garut memerintahkan penyisiran korban ke kampung-kampung.

Tasikmalaya – Kasus serupa juga terjadi di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Puluhan pelajar SMKN Cipatujah dilaporkan mengalami gejala serupa setelah menyantap menu MBG.

Kepala Desa Padawaras, Yayan Siswandi, mengatakan penanganan dilakukan di ambulans dan Pustu Padawaras.

Kepala Puskesmas Cipatujah, Cepi Anwar, menyebutkan 14 orang dilarikan ke fasilitas kesehatan. Sebagian korban masih berada di Puskemas Pembantu Padawaras dan rumah masing-masing.

Enam pelajar SMK Negeri Cipatujah lainnya dilarikan ke Puskesmas Bantarkalong dengan gejala yang sama. “Kami menerima pasien dari Cipatujah ada enam orang. Dugaannya masih sama dengan yang di Puskesmas Cipatujah,” kata Kepala Puskesmas Bantarkalong, Riski Tazali.

Menu MBG yang dikonsumsi pelajar SMK ini terdiri dari ayam, tahu, timun, nasi, dan jeruk.

Wakil Bupati Tasikmalaya telah memerintahkan jajarannya untuk menangani langsung kasus keracunan massal ini.

Pangandaran – Di Kabupaten Pangandaran, delapan siswa MI Atarbiyah Cigugur diduga keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu pagi.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pangandaran, Virgin Cristina, menyatakan kegiatan penyaluran MBG dihentikan sementara.

“Untuk sementara ini, kegiatan dapur MBG di Kabupaten Pangandaran diberhentikan sementara,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, mengatakan sampel sisa makanan dan muntahan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji. Hasil uji lab diperkirakan keluar dalam 1×24 jam.