Berita

Kemnaker dan Ubhara Jaya Perkuat Kolaborasi Siapkan SDM Kompeten

12
×

Kemnaker dan Ubhara Jaya Perkuat Kolaborasi Siapkan SDM Kompeten

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) sepakat memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing sesuai kebutuhan industri.

Kesepakatan itu ditegaskan melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menekankan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni.

Ia menyebut MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik ketenagakerjaan, sekaligus meminimalkan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

“Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan dunia praktik ketenagakerjaan. Salah satu tujuan utamanya adalah meminimalkan mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri,” kata Cris.

Menurut Cris, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang siap masuk ke dunia kerja, mendorong inovasi melalui penelitian, dan memberi kontribusi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kemnaker bertugas memastikan ekosistem ketenagakerjaan berjalan produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan bersinergi dalam pengembangan kapasitas SDM, pelaksanaan riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Cris menjelaskan, Kemnaker memiliki sejumlah program yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja.

Program itu antara lain Magang Nasional atau MagangHub yang memberikan pengalaman dan portofolio kerja nyata, KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja terkurasi, SkillHub yang menyediakan pelatihan bersertifikat untuk upskilling dan reskilling, serta BizHub bagi lulusan yang ingin mengembangkan kewirausahaan.

“Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui platform SIAPKerja. Kami juga memiliki program pembinaan mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya, mulai dari proses melamar pekerjaan, komunikasi profesional, hingga menghadapi wawancara kerja,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa, khususnya yang berada di semester akhir, untuk memanfaatkan berbagai program dan layanan pemerintah guna meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja.

Lebih lanjut, Cris menekankan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks karena persaingan tenaga kerja tidak hanya terjadi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga global.

“Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Saingan kita bukan hanya di Bekasi atau Indonesia, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai negara. Karena itu, kita harus memiliki talenta-talenta unggul yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Cris berharap kerja sama ini dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberi manfaat nyata. Di antaranya peningkatan kompetensi SDM, penguatan kajian dan penelitian di bidang ketenagakerjaan, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program Tenaga Kerja Mandiri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta penguatan kebijakan ketenagakerjaan berbasis data dan hasil kajian sebagai dasar pengambilan keputusan.