Berita

Kemkomdigi Optimalkan Jaringan Satelit Jaga Konektivitas Internet di Sangihe dan Sitaro

10
×

Kemkomdigi Optimalkan Jaringan Satelit Jaga Konektivitas Internet di Sangihe dan Sitaro

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan langkah cepat untuk menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi dan internet bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Upaya ini dilakukan selama berlangsungnya proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane.

Sebagai langkah mitigasi, Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menambah kapasitas bandwidth hingga 50 s.d. 150 Mbps. Penambahan ini dilakukan pada 154 titik akses layanan dengan memanfaatkan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Selain itu, Kemkomdigi terus berkoordinasi secara intensif dengan operator seluler. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas pada titik-titik layanan publik serta objek vital di wilayah tersebut tetap terjaga dengan baik.

Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan berbagai sektor penting tetap terhubung, mencakup layanan komunikasi, layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Indra Maulana, mengatakan pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan bagi masyarakat sembari mengawal proses restorasi infrastruktur yang sedang berjalan.

Ia mengatakan,

“Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja,” ujar Indra Maulana di Jakarta Pusat, Selasa (03/06/2026).

Sementara itu, Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI, Darien Aldiano, menyampaikan bahwa seluruh tim teknis tetap bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan jaringan.

Ia menuturkan,

“Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya,” kata Darien Aldiano.

Pekerjaan restorasi ini memang menghadapi sejumlah tantangan teknis yang berat di lapangan. Selain kondisi cuaca laut yang dinamis, area pekerjaan berada di dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna, sehingga seluruh proses harus dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi.

Tim teknis juga dihadapkan pada kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur yang curam. Situasi tersebut membuat proses identifikasi dan penanganan kabel memerlukan kehati-hatian ekstra untuk menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas hasil restorasi tetap optimal.

Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026, kini diproyeksikan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses restorasi hingga tuntas. Hal ini demi memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap mendapatkan akses komunikasi serta layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas merata hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.