BeritaSehat

Kasus Cacar Monyet Baru di Jakarta, Kemenkes : Total Kasus Menjadi Dua

574
×

Kasus Cacar Monyet Baru di Jakarta, Kemenkes : Total Kasus Menjadi Dua

Sebarkan artikel ini
Cacar Monyet
Foto : Internet

FENESIA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi penemuan satu kasus baru cacar monyet di DKI Jakarta, sehingga total kasus di Indonesia menjadi dua. Masih belum diketahui apakah pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan internasional. Pasien berusia 30 tahun menunjukkan banyak lesi, dengan hingga 10 titik di tubuhnya. Awalnya, pasien keliru mengira lesi-lesi tersebut sebagai jerawat biasa.

“Ini adalah kasus yang ditemukan di Indonesia, berusia 30 tahun, awalnya datang dengan keluhan jerawat di wajah hanya selama 2 hari terakhir. Namun, pasien sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan jerawat,” jelas Dr. Windy Keumala Budianti, SpKK, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seperti yang dikutip pada Selasa (17/10/2023).

Pasien tidak mencoba memeras lesi tersebut, namun lesi terus menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk tangan, kaki, dan area perianal. Pasien mengalami demam selama dua hari tanpa sakit kepala atau nyeri otot, hanya rasa pegal tubuh secara umum tiga hari sebelum munculnya lesi. “Total ada 10 lesi,” katanya.

Cacar Monyet
Foto : Internet

Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi, menekankan bahwa mereka masih melacak kemungkinan kontak erat pasien MPox yang baru. Hingga saat ini, baru ada tujuh kontak erat. “Kami masih melacak kontak erat oleh Dinkes DKI, saat ini sudah ada 6-7 kontak erat yang dilacak,” ungkap Dr. Nadia pada Selasa (17/10/2023).

Dr. Nadia menyebutkan bahwa pasien saat ini dalam perawatan medis. Meskipun kondisinya relatif stabil, pasien memiliki sejumlah lesi yang signifikan. “Pasien dalam kondisi baik, tetapi mengalami demam dan lesi seperti keropeng, papula, dan vesikel,” tambah Dr. Nadia.

“Cacar monyet sudah bukan penyakit PHEIC oleh WHO, sehingga kini dianggap sebagai penyakit biasa,” demikian kesimpulannya.

Sebelumnya, Chita Septiawati, anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kementerian Kesehatan, melaporkan kasus terbaru pada 14 Oktober 2023. Chita menjelaskan bahwa kasus pertama cacar monyet ditemukan di Indonesia pada 20 Agustus 2022 sebagai kasus impor. Dia menyoroti bahwa risiko impor kasus cacar monyet ke Indonesia tetap tinggi.

“Baru-baru ini, kami menerima laporan kasus lainnya, sehingga saat ini terdapat dua kasus konfirmasi, keduanya berlokasi di Jakarta,” kata Chita dalam diskusi Kesadaran Monkeypox secara daring pada Senin (16/10).

Chita menjelaskan gejala orang yang terpapar cacar monyet, termasuk demam akut lebih dari 38,5 derajat Celsius, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, dan kelelahan. Dia menyebutkan bahwa secara global, perkiraan total kasus cacar monyet yang terkonfirmasi mencapai 90.618 kasus, dengan 157 kasus kematian dilaporkan dari 115 negara.

Amerika Serikat melaporkan kasus cacar monyet terbanyak, sementara Tiongkok, Thailand, dan Jepang memiliki jumlah kasus terbanyak di kawasan ASEAN dan sekitarnya.

55594ab3d714a2fe20cc652ff916a98b.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Timnas voli putri U18 Indonesia berhasil memastikan tiket ke babak perempat final AVC Girls U18 2026 setelah mengalahkan Filipina 3-0 (25-22, 25-13, 28-26), Jumat (4/7/2026) Di perempat final AVC Girls U18 2026, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand, Minggu (5/7/2026) pukul 19.00 WIB Tahun ini menjadi penampilan kedua Indonesia sepanjang sejarah AVC Girls U18 setelah sebelumnya menjalani debut pada 2008 dengan finis di…