BeritaHukum dan KriminalPemerintahan

Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjol, DPR RI Desak Pemerintah Bertindak Tegas

130
×

Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjol, DPR RI Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
66fb5b46b2a54
Foto : Internet

FENESIA – Kasus bunuh diri akibat pinjaman online (pinjol) kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Ia menekankan bahwa pinjol tidak hanya berdampak pada keuangan, tetapi juga merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pinjol sudah menjadi ancaman besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi. Banyak orang kehilangan nyawa akibat terjerat utang pinjol,” kata Cucun, Senin (23/12/2024).

Pinjaman Online: Ancaman Nyata bagi Kehidupan Sosial

Beberapa kasus mencuat ke publik, termasuk percobaan bunuh diri sekeluarga di Kediri, Jawa Timur, yang menewaskan seorang anak berusia dua tahun. Kejadian lain melibatkan seorang ibu di Malang yang mengakhiri hidup pada Juli 2023, diduga karena tekanan utang. Baru-baru ini, sebuah keluarga di Ciputat, Tangerang Selatan, ditemukan meninggal dunia pada 15 Desember 2024, juga terkait pinjol.

Cucun menyebutkan kurangnya regulasi tegas menjadi salah satu penyebab utama. Menurutnya, pemerintah dan penegak hukum belum menunjukkan komitmen yang kuat untuk memberantas pinjol ilegal.

“Regulator harus punya political will yang jelas. Kasus ini bukan hanya soal uang, tetapi juga menyangkut nyawa dan masa depan bangsa,” tegas Cucun.

Ia juga menyoroti minimnya akses masyarakat terhadap pinjaman sehat yang dikelola negara. Akibatnya, masyarakat memilih pinjol karena syaratnya mudah, meskipun risikonya besar. “Pinjol jadi jalan pintas karena akses kredit resmi sulit. Bunga tinggi menjadi jebakan yang menghancurkan,” tambahnya.

Cucun mengusulkan pendekatan menyeluruh untuk menangani masalah ini, mulai dari regulasi hingga sosialisasi literasi keuangan. Ia meminta pemerintah menghadirkan kesejahteraan ekonomi agar masyarakat tidak terjebak dalam jeratan pinjol.

“Ketika kesejahteraan sosial dan ekonomi terjamin, fenomena pinjol bisa diminimalkan. Penegakan hukum terhadap fasilitator pinjol ilegal harus diperkuat,” ujarnya.

Kurangnya literasi masyarakat tentang dampak buruk pinjol juga dianggap sebagai penyebab utama. Cucun mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pihak terkait untuk mengedukasi generasi muda tentang risiko pinjol dan judi online.

“Ini tugas kita bersama memastikan anak muda bebas dari jebakan pinjol dan judol. Masa depan bangsa bergantung pada mereka,” tutup Cucun.

 

159abd505e68ba3fc381a6179a6d01f5.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Neymar lebih dulu mengakhiri perjalanan Brasil usai kalah dari Norwegia pada babak 16 besar Sehari kemudian, Cristiano Ronaldo menyusul setelah Portugal disingkirkan Spanyol Dua legenda sepak bola itu sama-sama menutup kisah Piala Dunia tanpa trofi juara TRIBUNNEWS.COM – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat…